Order Cepat: 0857-8171-8161

UMAR BIN KHATHTHAB: dari Seorang Penentang Menjadi Pelindung Rasulullah

Sejarah hidup para sahabat Nabi merupakan kisah-kisah yang menarik untuk dibaca. Selain tentang kezhuhudan mereka kepada Allah SWT, juga mengenai perjuangan dan ketulusan mereka selama mendampingi Rasulullah dalam menyebarkan agama Islam.

Salah satu sahabat Nabi yang kisah hidupnya bisa menjadi inspirasi adalah Umar bin Khaththab, sosok yang tinggi, tegap, dan memiliki watak pemberani. Sebelum mengimani Islam, Umar telah lebih dulu dikenal sebagai penentang yang sangat keras. Ia bahkan tidak segan-segan memukuli budak perempuannya yang ketahuan beriman kepada ajaran Nabi SAW dan tidak mau kembali pada ajaran nenek moyang kaum Quraisy.

Yup, dari buku berjudul the Golden Story of Umar bin Khaththab ini, pembaca akan diajak untuk menelusuri masa lalu Umar sebelum ia mengucapkan dua kalimat syahadat. Tapi meski dulunya Umar seorang penentang, ia tetaplah sosok yang berkepribadian baik. Umar berasal dari garis keturunan suku Quraisy, suku bangsawan dan terpandang di kalangan kaumnya pada masa itu. Keluarga dari pihak ayah maupun ibunya, juga dikenal baik dan bijak dalam mengambil keputusan (kakeknya Umar adalah hakim yang disegani). Umar pun kerap membantu orang-orang menyelesaikan perkara-perkara mereka, ia memuliakan istri-istrinya, dan memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya. Mungkin bisa dibilang, salah satu kesalahan terbesar Umar pada saat itu adalah sempat memusuhi Islam dan Rasulullah SAW.

Umar bin Khaththab Masuk Islam

Makkah di suatu hari. Rasulullah SAW tengah memanjatkan sebuah doa dengan khusyuk. Wajahnya penuh harap doanya terkabul mengingat betapa beratnya tantangan dakwah yang akan dihadapinya. Lantunan kata terucap dari mulutnya. “Ya Allah … buatlah Islam ini kuat dengan masuknya salah satu dari kedua orang ini, (yaitu) Amr bin Hisyam atau Umar bin Khaththab.”

Allah subhanahu wa ta’ala mengabulkannya dengan memilih Umar bin Khaththab sebagai salah satu pilar kekuatan Islam, sedangkan Amr bin Hisyam meninggal sebagai Abu Jahal.

– Halaman 17

Bahkan seorang Rasul pun memberikan ia doa khusus agar cahaya Islam dapat masuk ke relung hatinya. Maka, atas izin Allah, Umar pun masuk Islam. Benar saja, masuknya Umar ke dalam Islam, nyatanya membawa perubahan besar terhadap penyebaran Islam, yang awalnya masih sembunyi-sembunyi, (kemudian dengan adanya Umar) menjadi berdakwah secara terang-terangan. Salah satunya dengan pawai mengelilingi Ka’bah.

Setelah kaum Muslim berkumpul di rumah Arqam, dengan sigap Umar mengumpulkan dan memerintahkan kaum Muslim untuk berbaris. Umar dan Hamzah menyelempangkan busur beserta anak panahnya sambil membawa pedang. Mereka pawai sambil lantang mengucapkan, “La ilaha illallah, Muhammadur Rasulullahu.”

Kaum Muslim yang berada di belakangnya secara serempak membaca apa yang dibaca Umar dan Hamzah. Umar berkata dengan suara lantang, “Siapa yang berani mengganggu salah satu yang ada di belakangku, pedang ini akan menggorok lehernya.”

– Halaman 54

Tapi tidak hanya sampai di situ, buku ini juga mengisahkan betapa cinta dan tulusnya Umar kepada Rasulullah, sampai-sampai ketika beliau wafat, Umar hampir tidak dapat menahan emosinya. Ia baru bisa ditenangkan setelah mendengar nasihat sahabatnya, Abu Bakar.

Umar juga menjadi orang yang mendukung dan membaiat Abu Bakar sebagai Khalifah pertama, sebab ia merasa terlalu keras untuk menjadi seorang pemimpin. Namun, takdir berkata lain ketika Abu Bakar akhirnya wafat, Umar pun akhirnya dibaiat oleh kaumnya untuk menjadi khalifah pengganti Abu Bakar. Begitulah kisah selanjutnya hingga Umar wafat.

Material Book

Buku ini memiliki kualitas yang sangat bagus. Dari segi bahasa, buku ini sangat enak dibaca, bahasanya yang sederhana, dan mudah dipahami. Ada penjelasan atau semacam footnote apabila ada istilah-istilah khusus, tentu saja itu membantu para pembaca awam yang sebelumnya tidak terbiasa membaca buku-buku agama.

Sedangkan dari segi fisik bukunya. Buku memiliki cover yang tebal alias hard cover, hingga menambah kesan bahwa buku ini ibarat sebuah “kitab” yang bisa kita gunakan sebagai referensi untuk mendalami kisah hidupnya sang Amirul Mukminin.

Selain itu, beberapa keunggulan yang bisa pembaca dapatkan dalam buku ini, yaitu:

  • Terdapat foto-foto ekslusif
  • Terdapat foto-foto ekslusif
  • Terdapat gambar-gambar ilustrasi
  • Terdapat tabel dan peta
  • Full colour
  • Kertas lux licin

Sangat rekomendasi untuk dibaca!

***

Penulis: Nila Fauziyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FAN PAGES KAMI

ALAMAT KAMI

MAGHFIRAH PUSTAKA

Jl. Swadaya Raya,
Kavling DKI Blok J No. 18, RT 01/05
Jakarta Timur – 13440

: 021-86613563/72
: 021-86608593
: info @ maghfirahpustaka.id

PETA LOKASI

Copyright 2017 Maghfirah Pustaka