Order Cepat: 0857-8171-8161

Penulisan si dan sang yang Benar Berdasarkan PUEBI

Teman-teman Maghfirah, tahu nggak kalau tahun 2016 lalu, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) resmi diganti dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)?

Pergantian EYD menjadi PUEBI dikarenakan Bahasa Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat. Atau bisa dibilang, dampak dari kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Makanya, pada tahun yang sama, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa berusaha memberi sosialisasi agar masyarakat beralih ke PUEBI. Walaupun tidak berubah seluruhnya, ada beberapa bagian dari EYD yang mulai berkembang dan tidak bisa kita gunakan lagi, lho. Salah satu contohnya cara penulisan kata “si” dan “sang”.

Pada dasarnya, kata “si” dan “sang” baik dalam EYD maupun PUEBI memiliki beberapa kesamaan, yaitu:

  • Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Benar: mengejar si Kancil, sang Kancil melompat.

Salah: mengejar siKancil, mengejarsiKancil, mengejarsi Kancil, sangKancil.

  • Kata si dan sang dipakai di depan nama diri, bisa berupa nama orang maupun binatang.

Misalnya, si Natan, si anak, si Kancil, si pohon, sang anak, sang dokter, sang pohon, dll.

  • Penggunaan kata si menimbulkan kesan akrab dan pujian, ataupun bernada negatif seperti kurang hormat, menunjuk seseorang yang telah melakukan sesuatu/ terkena kasus, merendahkan diri, dan panggilan ejekan.

Misalnya, “Oh, si Natan. Dia memang sudah pintar dari SMA,” jelas Anin. Atau pada kalimat: Ternyata si penipu itu masih berani datang ke rumah.

  • Penggunaan kata sang  bisa dipakai di depan nama benda yang dianggap hidup, dihormati, dibanggakan, dan dimuliakan. Bisa juga menimbulkan kesan mengolok-olok.

Misalnya, Pagi itu, semua peserta upacara begitu khusyuk menyaksikan sang Merah Putih berkibar. Atau pada kalimat: “Ini dia, sang Ratu Ngaret … Julia!” teriak seseorang dari belakang Julia.

Lalu, apa yang membedakan si dan sang di EYD dengan PUEBI?

Jawabannya adalah teknik penulisannya.

Pada EYD, huruf awal si dan sang ditulis dengan huruf kapital jika kata-kata itu diperlakukan sebagai unsur nama diri.

Misalnya:

  1. Harimau itu marah sekali kepada Si Kancil. (Kancil di sini berupa nama)

Sedangkan pada PUEBI, huruf awal si dan sang ditulis dengan huruf kecil. Namun, sang bisa menjadi kapital jika merupakan unsur nama Tuhan.

Misalnya:

  1. Seandainya si anak lebih peka terhadap kondisi keluarganya, maka tidak akan terjadi salah paham.
  2. “Mari kita berdoa kepada Sang Pencipta.”

***
by Redaksi Maghfirah Pustaka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FAN PAGES KAMI

ALAMAT KAMI

MAGHFIRAH PUSTAKA

Jl. Swadaya Raya,
Kavling DKI Blok J No. 18, RT 01/05
Jakarta Timur – 13440

: 021-86613563/72
: 021-86608593
: marketing@maghfirahpustaka.com

PETA LOKASI

Copyright 2017 Maghfirah Pustaka