Order Cepat: 0857-8171-8161

Jangan Sembarangan Pakai Tanda ELIPSIS (…)

Menulislah sepenuh hati, agar tiap kalimat yang kau goreskan bermakna dan memberi kesan mendalam bagi para pembaca.

Mohon digarisbawahi ya, teman-teman! Sepenuh hati berbeda dengan sesuka hati. Dengan menulis sepenuh hati, kita akan berusaha menuangkan “roh” ke dalam tulisan tersebut. Kita akan bersungguh-sungguh dan sangat menjaga agar tulisan kita tidak melenceng. Sedangkan orang yang menulis sesuka hati tanpa memedulikan teknik penulisan yang baik, cerita, dan plot yang baik, bahkan ejaan dan tanda baca yang benar, hanya akan menghasilkan tulisan yang buruk.

Coba kalian tawarkan tulisan “sesuka hati” itu ke penerbit buku atau media massa, maka kalian harus siap dengan penolakan. Kalaupun diterima, kalian pasti akan diminta revisi habis-habisan!

Nah, sekarang bagaimana caranya agar tulisan kita tidak dinilai buruk? Mulailah dari hal-hal mendasar. Sebagai contoh, kalian pasti pernah membaca model tulisan seperti ini:

Contoh 1: “Aku nggak mau tahu………. pokoknya kamu harus ganti uangku sekarang…..!!!!!” Adi berteriak tegas.

atau:

Contoh 2: “Ah.. Indah sekali kotaku ini….. ” ujar Heni.

Kedua contoh di atas SALAH dari segi tanda baca. Ada yang tahu tanda baca apa yang dimaksud? Ya, elipsis!

  • Elipis adalah tanda baca berupa tiga titik (…) yang didahului dengan spasi.

Contoh 3: dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.

Contoh 4: “Jadi, tadi pagi aku … ah, Mama sudah pulang.”

 

  • Tapi, apabila tanda elipsis berada pada akhir kalimat, maka harus ditambahkan dengan satu titik.

Contoh 5: Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu ….

Mudah kan? Tapi, eitsss … belum selesai. Bukan berarti setelah itu kalian bisa pakai tanda elipsis di sembarang kalimat. Menurut PUEBI, ada dua fungsi utama dari tanda elipsis ini, yaitu:

  • Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang dihilangkan.

Misalnya, pada surah al-Baqarah [2]: 172 tertulis ayat seperti berikut:

Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.

Lalu, kita hanya ingin mengambil sebagian kalimat dengan menghilangkan bagian yang lain, maka bisa ditulis menjadi:

Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu ….

atau menjadi:

… dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.

  • Tanda elipsis dipakai untuk menulis ujaran yang tidak selesai dalam dialog.

Misalnya, kalian ingin menuliskan percakapan antar tokoh, namun tokoh tersebut tidak menyelesaikan ucapannya/ ucapan tokoh disela tokoh lain sebelum ucapannya selesai/ tokoh tersebut berhenti mengucapkan sesuatu lalu mengalihkan dengan perkataan lain. Seperti contoh berikut:

“Jadi, tadi pagi aku … ah, Mama sudah pulang.”

atau seperti berikut:

“Seharusnya kamu minta maaf kepada ….”

“Bela saja dia terus! Memang kamu tidak pernah peduli kepadaku!” teriak Amel memotong nasihat temannya.

 

Bagaimana? Sudah semakin paham kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FAN PAGES KAMI

ALAMAT KAMI

MAGHFIRAH PUSTAKA

Jl. Swadaya Raya,
Kavling DKI Blok J No. 18, RT 01/05
Jakarta Timur – 13440

: 021-86613563/72
: 021-86608593
: marketing@maghfirahpustaka.com

PETA LOKASI

Copyright 2017 Maghfirah Pustaka