Order Cepat: 0857-8171-8161

Gerhana pun Mengirimkan Pesan

Fenomena gerhana tidak disebutkan secara eksplisit di dalam Al-Qur`an. Meski demikian, ia dijelaskan dengan gamblang dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِمَا عِبَادَهُ ، وَإِنَّهُمَا لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ مِنْ النَّاسِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَصَلُّوا وَادْعُوا اللَّهَ حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُمْ

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah yang Dia gunakan sebagai cara untuk menakut-nakuti hamba-hamba-Nya. Gerhana matahari dan bulan tidak terjadi karena kematian seseorang atau kelahiran seseorang. Apabila kalian menyaksikan gerhana matahari dan bulan, maka dirikanlah shalat dan berdoalah kepada Allah sampai matahari atau bulan tampak lagi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain, beliau juga bersabda,

هَذِهِ الْآيَاتُ الَّتِي يُرْسِلُ اللَّهُ لَا تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ وَلَكِنْ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِ عِبَادَهُ ؛ فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ

“Gerhana ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang Dia tunjukkan bukan karena kematian atau kelahiran seseorang. Namun, Allah menjadikan gerhana ini untuk memberikan rasa takut kepada hamba-hamba-Nya. Jika kalian melihat sedikit saja fenomena gerhana ini, bergegaslah untuk berdzikir, berdoa, dan memohon ampunan kepada Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa ketika terjadi gerhana, Rasulullah sampai buru-buru berdiri karena ketakutan jangan-jangan peristiwa ini adalah tanda datangnya Hari Kiamat. Abu Musa al-Asy’ari menuturkan, “Matahari mengalami gerhana. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun berdiri ketakutan karena khawatir Hari Kiamat tiba. Beliau bergegas pergi ke masjid, lalu melaksanakan shalat dengan berdiri, rukuk, dan sujud yang sangat panjang. Aku belum pernah melihat beliau mengerjakan shalat sepanjang itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sabda dan sikap Rasulullah di atas semestinya menggugah kesadaran kita, bahwa gerhana matahari dan bulan adalah peristiwa alam biasa namun tidak biasa. Ia adalah fenomena alam (sunnatullah) biasa yang sudah diatur ketentuannya oleh Allah Yang Maha Kuasa. Namun, fenomena ini menjadi tidak biasa karena merupakan peringatan langsung dari Allah akan kemahakuasaan-Nya yang dengan mudahnya mengubah keteraturan alam semesta ini, agar manusia taat kepada-Nya.

Karena itu, tiap kali gerhana terjadi, segenap kaum Muslimin diminta untuk melaksanakan ketaatan, mendirikan shalat gerhana, beristighfar, berdoa, berdzikir untuk mengingat Allah, bertakbir sebagai ungkapan atas kebesaran Allah, dan bersedekah.

Gerhana pun mengirimkan pesan kepada manusia untuk selalu mengingat kebesaran dan kekuasaan Allah, bertobat dan meninggalkan dosa sekaligus mengagumi keindahan alam semesta ciptaan Allah.

***

(Penulis: Ustadz Dahyal Afkar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FAN PAGES KAMI

ALAMAT KAMI

MAGHFIRAH PUSTAKA

Jl. Swadaya Raya,
Kavling DKI Blok J No. 18, RT 01/05
Jakarta Timur – 13440

: 021-86613563/72
: 021-86608593
: marketing@maghfirahpustaka.com

PETA LOKASI

Copyright 2017 Maghfirah Pustaka